Dalam sorotan Mata dan Cahaya

Sesekali ia melempar senyum, menata nada, suara dan syairnya.Gerakan khas seorang biduan membuat terpana bagi siapa saja yang melihatnya. Gaun, perhiasan, dan polesan wajah membuatnya mampu mewakili kata “indah”. Tak enyah pula merdu suara yang meyakinkan para pendengar untuk melabelinya “cantik bertalenta” Saat skenario panggung berjeda, aku mendekati mereka yang sedang melukis wajah. Satu dua… Lanjutkan membaca Dalam sorotan Mata dan Cahaya

Iklan

Tuhanmu Tuhanku

Kian jauh jasad ini bermain, kian pekat hijab ini membentang. Semakin hajat fanaku, semakin jauh ia tertinggal, untuk sekedar mengerti bahwa hanya engkaulah yang benar benar ada. Engkau adalah Tuhan yang sama dengan Tuhan yang membelahkan ombak untuk musa Engkau adalah Tuhan yang membangkitkan Isa Engkau adalah Tuhan yang mendinginkan api untuk Ibrahim Engkau adalah… Lanjutkan membaca Tuhanmu Tuhanku

Tentang Waktu dan Angka Angka Kita

Aku memandangi putaran jarum jam yang tak pernah berhenti barang sedetik saja. Tak tersedia bagi kita untuk sejenak jeda dari putaran hidup. Seringnya, kita sendiri tak rasional juga, merasa waktu terlampau cepat, atau bahkan serasa melambat. Bukankah semua itu hanya warna sense kita? Tahun berganti, usia meninggi. Kita lebih sering menjadi sosok kuantitatif dalam hidup… Lanjutkan membaca Tentang Waktu dan Angka Angka Kita

Siapa Bilang Bisnis Harus Kreatif ?

Kreatif memang perlu. Tapi kreatifitas mestinya detempatkan sesuai dengan tempatnya, bukan asal kreatif. Sekali lagi bukan asal kreatif. Kreatif dengan mengubah pakem dan originalitas barang justru lama kelamaan akan ditinggal konsumen. Ini adalah pesan dari guru bisnis saya. ( ini pertama kalinya aku menulis kata “Aku” dengan kata ganti “saya” 😀 ). Guru saya pernah… Lanjutkan membaca Siapa Bilang Bisnis Harus Kreatif ?

Untukmu (2)

Adakah aku terlampau sesumbar tentang kecintaan, yang ku khawatirkan menjadi kosong bagai bualan. Sanksikah rasa yang kutuliskan, yang ku khawatirkan terputus kala usia termakan. Atau hanya kekhawatiran pandangan dunia yang memicingkan mata. Cerita dunia mengarus dalam urusannya yang semakin tak sederhana. Makhluk lemah melarikan penatnya pada hal yang sia sia. Mengagumi dunia yang kian menghias… Lanjutkan membaca Untukmu (2)

Harmoni rasa

Sejauh diri menjelajah, melewati rumpun rumpun kabilah. Kunikmati setiap embun yang berjanji pada pagi. Menjalani dan melalui setiap jalan yang menjadi takdir yang harus diarungi. Ibarat riak riak angin, kepak kepak camar, hingga asri hutan damar di lembah sana. Bertemu, berlalu, berganti, pergi, dan begitu seterusnya Kusebut ini harmoni. Rasa yang berupa rupa. Tokoh tokoh… Lanjutkan membaca Harmoni rasa

Polianthes Tuberosa

Tumbuhan hijau abadi dari suku asmad Putih warnanya melambangkan kesucian dan keindahan Tangkainya memanjang beruas ruas Daunnya panjang pipih hijau mengkilat Wanginya tebar semerbak Mekar tidak serempak Tapi berurutan dari bawah ke atas Dengan begitu ia mampu bertahan lama Begitupun dengan pertemanan kita Ya aku, kamu, dan kalian semua Semoga tetap menjadi teman  Teman sehidup… Lanjutkan membaca Polianthes Tuberosa

Kalau Berlian Sendiri Lebih Indah, Buat Apa Tertarik pada Kelereng Tetangga Sebelah?

Pernah iri melihat hidup orang lain nggak? Pengen bisa hidup seperti mereka? Sungguh bahagianya bila aku bisa seperti dia. Kira-kira ungkapan seperti ini pernah terlintas dalam benak kita nggak? Nggak perlu dijawab. Insyaallah di antara kita kemungkinan besar ada yang pernah memikirkan hal itu, baik sebentar ataupun cukup lama, dipendam ataupun diungkapkan pada orang lain.… Lanjutkan membaca Kalau Berlian Sendiri Lebih Indah, Buat Apa Tertarik pada Kelereng Tetangga Sebelah?